Membuat Cover Letter Business Analyst Yang Menarik

Tips Menulis Cover Letter Business Analyst

Jika kamu bisa membuat cover letter business analyst yang menarik akan menjadikanmu sebagai kandidat yang unggul saat melamar kerja, Kali ini, saya akan membahas tips menyusun cover letter business analyst yang menarik.

Business analyst adalah salah satu pekerjaan freelance yang paling banyak dicari sehingga banyak yang tertarik untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Cover letter merupakan dokumen penting karena di sana kamu dapat menjelaskan mengapa saya harus dipilih oleh rekruter di antara banyak kandidat lain.

Lebih dari itu, cover letter juga dapat menjadi alat untuk menarik minat rekruter agar tertarik untuk melanjutkan membaca CV dan portofolio saya.

Jadi, menyusun sebuah cover letter adalah hal yang tidak boleh disepelekan, karena kesempatan ini tak boleh terlewatkan begitu saja.

Yuk, simak cara membuat cover letter business analyst yang apik berikut ini!

Lakukan riset Sebelum Membuat Cover Letter Business Analyst

Sebelum kamu membuat cover letter, sebaiknya kamu baca kembali job posting dari pekerjaan yang ingin kamu lamar. Selain itu kamu juga perlu untuk mencari tahu tentang perusahaan yang membuatnya.

Tujuannya adalah untuk mengetahui lebih dalam bagaimana budaya kerja dan visi serta misi perusahaan ataupun hal-hal lain yang membuatmu tertarik bekerja di sana.

Biasanya, informasi tentang suatu perusahaan bisa kamu dapatkan lewat website resminya atau kamu juga bisa menemukannya di media sosial perusahaan di LinkedIn, Instagram, dan lainnya.

Berdasarkan informasi dari Enhancv, dengan memahami informasi tersebut hal itu menunjukkan keinginannmu untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Rekruter tentunya akan cenderung lebih tertarik kepada kandidat yang memiliki ketertarikan tinggi pada perusahaan.

Baca Juga  Freelance SEO Specialist : Menjadi Profesional di Era Digital

Gunakan format yang benar

Ketika kamu melamar sebuah pekerjaan, cover letter-mu bisa dikirimkan dalam bentuk file. Namun, biasanya lebih banyak yang langsung menulisnya dalam bentuk email dan hal ini juga lebih disarankan.

Nah, dalam penulisan, keduanya memiliki format yang sama. Biasanya, informasi yang harus dituliskan dalam dokumen ini adalah:

  • Informasi kontak seperti nama lengkap, nomor telepon, dan alamat email. Informasi penerima cover letter.
  • Paragaf pembuka yang berisi tentang data diri dan penjelasan dari mana kamu mendapatkan informasi tentang lowongan itu.
  • Paragraf isi yang menjelaskan apa saja skill dan pengalaman kerjamu.
  • Paragraf penutup untuk menuliskan kesimpulan dan ucapan terima kasih kepada rekruiter atas kesediaan dalam membaca cover letter.

Dengan mengikuti format yang dijelaskan di atas, akan membantu rekruter dalam membaca cover letter-mu menjadi lebih jelas dan mulus.

Tonjolkan pencapaian terbaikmu

Dari struktur di atas, bagian yang perlu dimaksimalkan adalah paragraf kedua.

Secara umum, kamu bisa mengisi paragraf ini dengan pengalaman kerja sebelumnya dan skill yang kamu kuasai. Walaupun begitu, kamu bisa juga menonjolkan pencapaianmu yang terbaik.

Dengan memasukkan pencapaian, kamu menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang bekerja keras dan profesional.

Nah, supaya cover letter-mu mudah dilihat dan dibaca, kamu bisa menggunakan sistem penulisan bullet untuk menjelaskan pencapaian tersebut.

Kamu bisa tuliskan pencapaianmu cukup 3 sampai 4 poin saja. Namun, jika hanya 1 atau 2 saja, mungkin kamu bisa pertimbangkan untuk memasukkannya dalam bentuk kalimat di paragraf kedua.

Tulis dengan singkat

The Muse menjelaskan bahwa informasi seperti pengalaman, skill, dan pencapaian tidak perlu ditulis terlalu panjang dalam cover letter. Jadi, kamu cukup menjelaskan pencapain secara singkat, tapi tetap jelas.

Selain itu, kamu juga harus mempertimbangkan jumlah halaman cover letter-mu.

Baca Juga  Website Freelance di Indonesia: Peluang dan Cara Memulai

Jika informasi yang  kamu tulis dalam cover letter-mu hanya yang penting saja dan secara singkat, seharusnya cukup satu halaman.

Namun, jika memang informasinya cukup banyak hingga lebih dari satu halaman, coba periksa ulang apa saja yang kamu tulis dalam berkasmu. Kemudian, pilih informasi yang tidak terlalu penting agar bisa dihapus.

Baca ulang cover letter

Selain untuk menemukan informasi yang tidak terlalu penting, membaca ulang cover letter juga akan membantumu dalam menemukan kesalahan-kesalahan kecil pada penulisan.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah seperti typo atau menulis kalimat yang terlalu bertele-tele sehingga kurang efektif.

Kamu harus memperbaiki kesalahan yang kamu temukan sebelum mengirimnya kepada rekruter. Dengan begitu, kamu tidak akan dianggap job seeker yang ceroboh dan kurang profesional.

Nah, selain memeriksa cover letter-mu sendiri, kamu juga bisa minta tolong kepada teman atau keluargamu untuk membaca cover letter-mu juga.

Mungkin saja mereka bisa melihat hal-hal kecil yang tidak kamu perhatikan sebelumnya, dengan demikian cover letter-mu bisa menjadi lebih baik lagi.

Sekian ulasan saya mengenai cara membuat cover letter business analyst.

Intinya, harus diingat bahwa cover letter adalah dokumen yang penting karena bisa membuatmu lebih unggul dari kandidat lainnya.

Oleh karena itu, kamu bisa mencoba tips-tips di atas agar cover letter-mu jadi lebih maksimal.

Salam, saljudingin.my.id

Sumber : Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *