Menjadi Karyawan Bank Untuk Fresh Graduate

Menjadi Karyawan Bank Untuk Fresh Graduate

Menjadi karyawan bank sejauh ingatan saya itu menjadi pekerjaan paling umum setelah kelulusan. Setidaknya ada 6 orang dari total 38 teman seangkatan saya yang bekerja di bank setelah lulus S1. Padahal, kami itu kuliahnya di jurusan olahraga. Yah, salju.. salju.. Bukan cuma saya yang salju.

Sepertinya untuk fresh graduate jurusan kami, bank jadi pilihan yang tidak terlalu buruk ketika mereka belum mendapatkan pekerjaan sebagai guru, pelatih, atau PNS. Apalagi jika statusnya memang belum menikah, biasanya akan memperbesar kemungkinan untuk diterima. Soalnya, untuk karyawan baru terkadang ada syarat siap ditempatkan di mana pun.

Saya sendiri kurang begitu memahami apakah sebetulnya untuk lolos interview bank itu sulit atau mudah. Tetapi kalau saya coba baca-baca dari Glints, uraian di bawah ini akan sangat bermanfaat untuk bekal melamar kerja di bank.

Skill untuk bekerja di bank

Walaupun tadi saya menyampaikan bahwa kami dari jurusan non perbankan tetapi untuk diterima bekerja di bank tetap perlu beberapa skill berikut.

Keterampilan Mengoperasikan Komputer

Walaupun memang posisi yang paling banyak diterima adalah marketing, tetapi kemampuan mengoperasikan komputer akan mempermudah pekerjaanmu. Apalagi jika nantinya kamu akan menjadi karyawan tetap yang posisinya di dalam kantor. Pekerjaanmu sehari-hari akan sering berkaitan dengan komputer.

Informasi nasabah, data keuangan, dan data lainnya diolah menggunakan komputer. Sebenarnya, walaupun misalnya dalam jurusan sebelumnya tidak berkaitan dengan komputer tetapi pasti saat skripsi kita juga menggunakan software pengolahan data. ytta.. hehe..

Baca Juga  Disangka Pengangguran, Ini Suka Duka Freelancer

Komunikasi Yang Baik

Karena kesehariannya akan bertemu orang lain jadi ini kemampuan komunikasi juga akan sangat berguna. Bahkan, tidak hanya untuk bekerja di bank. Kerja di mana pun pasti membutuhkan skill ini baik komunikasi sesama pekerja, dengan instansi lain, atau dengan nasabah.

Dengan komunikasi yang baik seorang karyawan bisa memiliki hubungan yang baik juga dengan atasannya, mampu menjelaskan layanan keuangan ke nasabah, dan menjaga lingkungan kerja yang kondusif sesama karyawan.

Manajemen waktu

Pekerjaan di bank seolah tidak akan ada habisnya. Bahkan di luar jam layanan nasabah mungkin ada data yang perlu dirapikan, atau menyusun laporan untuk diserahkan ke atasan.

Setiap pekerjaan ada deadlinenya. Tanpa manajemen waktu yang baik mungkin satu pekerjaan akan tertunda. Lalu, karena tidak ada habisnya itu yang tertunda akan semakin banyak.

Tentunya hal ini akan mendatakan tekanan pada diri sendiri. Akhirnya performa bekerja akan menurun dan membuat terancam dari posisi pekerjaan.

Multitasking

Sejujurnya, menurut saya tidak ada pekerjaan yang tidak multitasking. Tidak hanya pekerja di bank ya. Karena sejatinya setiap pekerjaan itu saling berkaitan.

Dalam konteks pekerjaan di bank, dengan banyaknya nasabah biasanya seorang karyawan “memegang” nasabah tertentu. Jadi, harus bisa menghubungi mereka dalam waktu yang ditentukan, sedangkan pekerjaan lain pun tetap jalan.

Nah, dengan keterampilan multitasking akan membuat pekerjaan yang banyak itu bisa selesai dengan baik.

Ketelitian dan fokus

Biasanya pekerjaan harian di bank itu akan berulang setiap harinya. Datang ke kantor, persiapan melayani nasabah, bertemu nasabah, hingga akhirnya membuat laporan.

Rutinitas seperti ini bisa menurunkan daya fokus dan ketelitian. Jangan sampai proses transfer salah angka hanya karena merasa sudah terbiasa. Data nasabah pun tidak boleh salah.

Banyak sekali aspek yang membutuhkan fokus dan ketelitian.

Mampu Mengatasi Masalah Yang Muncul

Tidak ada orang yang mau ada masalah dalam pekerjaannya, tetapi tidak ada juga orang yang bisa menebah akan adanya masalah. Bahkan jika sesuatu sudah dilaksanakan sesuai SOP pun terkadang ada faktor eksternal yang tidak terduga.

Nah, ketika suatu masalah yang tidak diduga muncul, seorang pekerja harus mampu memikirkan langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Paling umum adalah keluhan pelanggan yang sangat random. Contoh, ketika gangguan sistem, mungkin saja bagi seorang nasabah itu terlalu menjadi masalah, tetapi bagi nasabah lain yang sedang urgent, itu akan menjadi masalah besar.

Kemampuan kita mengatasi nasabah tersebut akan membantu kelancaran pekerjaan kita.

Baca Juga  Cara Meningkatkan Keterampilan: Kunci Meraih Posisi Lebih Unggul di Dunia Kerja

Integritas dan Etika

Tidak salah jika ada orang yang menganggap bahwa bekerja itu transaksional. Datang, kerja, beres, pulang. Tidak salah.

Tetapi untuk seseorang yang dalam bekerja selalu memperhatikan hasil dari pekerjaannya, tidak menyinggung orang lain, memohon maaf ketika ada kesalahan, dan memperhatikan etika lainnya ini akan menjadi nilai tambah untuknya. Teman-temannya akan menyukainya. Atasannya merasa hasil pekerjaannya sangat berpengaruh.

Dengan demikian, ini akan membantu jenjang karirnya agar lebih baik dan lebih mudah untuk mendapatkan posisi yang lebih pantas.

Begitulah kira-kira beberapa poin yang saya baca. Jadi, walaupun biasanya bank itu menerima karyawan baru dari berbagai jurusan tetapi skill yang disebutkan di atas akan membantu memperbesar kemungkinan untuk bisa bekerja di bank.

Semoga bermanfaat.

Salam, saljudingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *