Informasi Lengkap Pengertian dan Tahapan Skripsi

Penjelasan lengkap skripsi

Skripsi adalah bagian penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi. Jika Anda baru memasuki dunia perkuliahan, tidak apa-apa jika Anda masih belum sepenuhnya memahami apa itu skripsi.

Jangan khawatir, karena dalam artikel ini kami tidak hanya akan membahas definisi skripsi, tetapi juga memberikan gambaran proses yang harus Anda lewati saat nantinya Anda akan mengerjakan skripsi.

Yuk kita simak penjelasannya.

Apa Itu Skripsi?

Dilansir dari Universitas Mulia, skripsi adalah tugas akhir yang harus dikerjakan oleh mahasiswa tingkat strata satu (S1).

Tugas akhir ini berupa karya tulis ilmiah yang harus dibuat secara orisinal oleh mahasiswa itu sendiri. Di setiap perguruan tinggi, biasanya ada batas maksimal presentase plagiasi yang diperbolehkan dalam skripsi.

Skripsi yang dibuat harus berawal dari adanya permasalahan atau fenomena yang terjadi, sesuai dengan bidang ilmu tertentu. Oleh karena itu, skripsi juga sering digunakan untuk mengukur sejauh mana ilmu yang telah Anda pelajari selama berkuliah di jurusan terkait.

Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Anda mungkin juga pernah mendengar istilah tesis dan disertasi. Kedua hal ini juga merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa.

Namun, ada banyak perbedaan antara skripsi, tesis, dan disertasi yang perlu Anda ketahui. Berikut beberapa di antaranya, merangkum penjelasan dari Binus University.

Jenjang Kuliah

Perbedaan pertama terletak pada jenjang kuliah.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, skripsi merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa S1. Di sisi lain, tesis adalah syarat kelulusan bagi mahasiswa S2, dan disertasi menjadi syarat kelulusan mahasiswa S3.

Setelah tesis selesai disusun, mahasiswa S2 dapat secara resmi mendapat gelar magister. Bagi mahasiswa S3 untuk memperoleh gelar doktor maka harus menyelesaikan disertasinya.

Topik Permasalahan

Topik permasalahan yang diangkat pada skripsi dapat berupa pengalaman empirik dan landasan teoritis yang tidak terlalu mendalam. Selanjutnya, topik permasalahan pada tesis memiliki pembahasan yang lebih terperinci dibandingkan skripsi. Begitu juga dengan topik permasalahan yang diangkat pada disertasi. Disertasi yang baik akan membahas lebih dalam dibandingkan tesis.

Baca Juga  Manfaat Bergabung Organisasi Kampus

Proses Penulisan

Perbedaan selanjutnya terletak pada proses penulisan. Semakin tinggi jenjang perkuliahan, semakin tinggi pula kemandirian mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya.

Saat menyusun skripsi, mahasiswa S1 akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif dari para dosen pembimbing. Mahasiswa S2 dan S3 juga tetap akan dibantu oleh dosen pembimbing saat penyusunan tesis dan disertasi. Namun, porsi pengerjaannya akan lebih dititikberatkan pada mahasiswa, sekitar 80%-90%. Jadi, dosen pembimbing hanya akan membantu sekitar 10%-20% penulisan.

Bobot Ilmiah

Bobot ilmiah diukur berdasarkan tingkat pendalaman teori dan penelitian yang dilakukan.

Semakin tinggi jenjang perkuliahan, maka bobot ilmiah pada karya tulis semakin meningkat. Skripsi yang disusun oleh mahasiswa S1 memiliki bobot mulai dari rendah hingga sedang. Tesis memiliki bobot yang tinggi karena melibatkan pengembangan dan pendalaman teori. Pada akhirnya, disertasi membawa bobot paling tinggi karena mahasiswa diharapkan dapat menemukan teori baru sesuai dengan bidang studinya masing-masing.

Jumlah Rumusan Masalah

Dalam pengerjaan skripsi, umumnya mahasiswa menyusun 1-3 rumusan masalah. Sementara itu, pengerjaan tesis umumnya memerlukan minimal 3 rumusan masalah. Pada disertasi, jumlah rumusan masalah lebih banyak, biasanya diwajibkan menyertakan lebih dari 3 rumusan masalah karena memerlukan model analisis tinggi.

Jenjang Pembimbing & Penguji

Penulisan skripsi dibimbing dan diuji oleh dosen yang sudah memperoleh gelar magister. Selanjutnya, pengerjaan tesis dapat didampingi oleh dosen pembimbing dan diuji oleh dosen bergelar doktor atau magister berpengalaman. Untuk pengerjaan disertasi, dosen yang membimbing dan menguji biasanya sudah bergelar profesor atau doktor yang berpengalaman.

Jumlah Daftar Pustaka dan Publikasi

Ternyata, jumlah daftar pustaka juga menjadi pembeda antara skripsi, tesis, dan disertasi. Daftar pustaka yang harus ada di skripsi biasanya berjumlah 20. Setelah selesai disusun, skripsi hanya akan dipublikasikan di internal kampus hingga nasional. Kemudian, jumlah daftar pustaka pada tesis biasanya berjumlah minimal 40 dan akan dipublikasikan pada lingkup nasional. Sementara itu, daftar pustaka yang harus ada di tesis minimal berjumlah 60. Hasil disertasi dapat dipublikasikan secara nasional bahkan internasional.

Proses Pengerjaan Skripsi

Setelah mengetahui apa itu skripsi, sekarang kita bahas proses pengerjaannya dari awal hingga akhir.

Setiap perguruan tinggi mungkin memiliki prosedur yang berbeda untuk pengerjaan skripsi. Berikut adalah tahapannya secara umum.

Penentuan Dosen Pembimbing

Tahapan yang paling pertama dalam pengerjaan skripsi adalah penentuan dosen pembimbing. Secara umum, proses ini dimulai dengan mahasiswa mengajukan topik atau tema skripsi. Selanjutnya, pihak program studi akan menentukan dosen pembimbing berdasarkan kesesuaian topik atau tema penelitian dengan spesialisasi bidang dosen tersebut.

Baca Juga  Pilihan Bagus Pekerjaan Sampingan Untuk Mahasiswa

Pengajuan Judul Skripsi

Setelah dosen pembimbing ditetapkan, langkah selanjutnya adalah mengajukan judul skripsi yang lebih terencana. Mahasiswa dapat berkonsultasi terlebih dahulu ke dosen pembimbing mengenai judul tersebut, sebelum mulai menyusun skripsi.

Pengajuan Proposal Skripsi

Apabila judul telah disetujui, barulah Anda dapat mulai menyusun proposal skripsi. Umumnya, proposal skripsi merujuk pada penyusunan 3 bab pertama, yaitu bab pendahuluan, tinjauan teoritis, dan metodologi penelitian. Perlu diketahui bahwa seiring dengan pengajuan proposal skripsi, judul yang semula disetujui dapat berubah sesuai anjuran dosen pembimbing. Pengerjaan proposal skripsi ini benar-benar perlu dilakukan dengan dampingan yang cukup intensif dari dosen. Anda baru bisa melanjutkan ke bab selanjutnya apabila bab sebelumnya sudah diperiksa, direvisi, lalu disetujui oleh dosen pembimbing.

Seminar Proposal

Setelah bab 1 sampai 3 disetujui oleh dosen pembimbing, Anda bisa mulai mendaftarkan diri untuk seminar proposal. Di tahap ini, Anda akan mempresentasikan proposal skripsi kepada para dosen penguji. Meski sudah disetujui oleh dosen pembimbing, masih ada kemungkinan proposal skripsi Anda perlu direvisi sesuai masukan dari dosen penguji.

Penelitian

Proses pengerjaan skripsi selanjutnya adalah pelaksanaan penelitian. Namun, sebelumnya Anda tetap perlu menyelesaikan revisi dari seminar proposal yang ditandai dengan persetujuan dosen pembimbing. Langkah penelitian akan sangat berbeda-beda, tergantung topik, metode, teori, hingga teknik pengambilan data yang Anda pilih. Sembari melaksanakan penelitian, Anda bisa langsung menyusun bab 4 lalu bab 5 sesuai arahan dosen.

Sidang Skripsi

Ini adalah saat yang dinanti-nanti oleh mahasiswa, di mana semua bab skripsi yang telah disusun akhirnya memperoleh persetujuan dari dosen pembimbing. Salah satu hal yang perlu disiapkan saat mendaftar untuk sidang skripsi adalah berkas administrasi sesuai dengan aturan program studi masing-masing.

Setelah pendaftaran, Anda akan dijadwalkan untuk sidang. Pada dasarnya, sidang skripsi tidak jauh berbeda dengan seminar proposal. Perbedaannya terletak pada fakta bahwa pada sidang skripsi, Anda akan mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Revisi

Perjalananmu belum berakhir sampai di sidang skripsi saja. Setelah itu, kemungkinan masih ada masukan dari dosen penguji untuk menyempurnakan keseluruhan skripsimu. Jika sudah mengerjakan revisi, umumnya mahasiswa harus mendapat persetujuan dari dosen pembimbing maupun dosen penguji sebelum daftar yudisium dan wisuda.

Demikian penjelasan mengenai apa itu skripsi hingga proses pengerjaannya. Jika Anda masih membutuhkan lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan, ayo baca artikel lainnya.

Salam, saljudingin.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *